SEKILAS INFO
: - Friday, 19-07-2019
  • 3 minggu yang lalu / SELAMAT DATANG SISWA-SISWI BARU MTS HASYIM ASY’ARI TP.2019/2020 BATU “MADRASAH LEBIH BAIK”
  • 3 minggu yang lalu / Alhamdulillah PPDB 2019/2020 Sudah Terpenuhi Kuota dan Sudah Di Tutup Mohon Do’anya Semoga Berkah Untuk Kita Semuanya AMIN
  • 1 tahun yang lalu / Selamat datang pada Website Mahasya22 BATU

Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian setuju dengan sistem zonasi yang diterapkan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Sistem zonasi, disebutnya, bagus untuk menghilangkan status sekolah favorit dan mendukung pemerataan.

“Memang justru saya setuju, prinsipnya setuju (zonasi hilangkan status sekolah favorit). Karena setiap warga negara Indonesia itu wajib menerima pendidikan, dan pemerintah wajib membiayainya, tapi dengan kualitas yang juga harus relatif sama,” ujar Hetifah di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Hetifah menilai seharusnya bukan hanya anak-anak pandai yang bisa mengenyam pendidikan di sekolah favorit. Anak-anak yang dianggap kurang pandai, menurutnya, juga perlu mendapatkan kesempatan yang sama.

“Justru anak-anak yang mungkin bodoh, dianggap daya tangkapnya kurang, anak yang dianggap nakal, anak dari keluarga miskin, mereka itu justru SDM kita yang harus kita benahi supaya lebih bagus kan ke depan. Supaya nanti semua SDM kita itu berkualitas dan bisa mencapai potensinya,” kata Hetifah.

Menurut Hetifah, orang tua yang merasa anak-anaknya pandai harus mengubah mindset tentang sekolah yang ‘bagus’. Anak-anak inilah yang diharapkan mampu memotivasi teman-teman mereka untuk memiliki semangat belajar yang tinggi di sekolah.

“Bahkan anak-anak pandai itu, orang tua mungkin harus ubah mindset. Karena kita sekolah di mana pun, kalau anak itu berkualitas, sebenarnya dia itu akan bisa mengangkat pendidikan di sekolah itu. Karena anak-anak saya juga pernah, sekolahnya di sekolah yang kurang bagus, tapi karena adanya anak-anak yang justru bisa memberikan culture baru,” ungkap Hetifah.

“Kalau di satu sekolah yang mungkin dianggap kumuh, banyak ini, tapi ada anak-anak yang punya etos belajar tinggi itu memotivasi teman-temannya yang lain. Kita maunya kan begitu, jadi ada semacam penghargaan kita kepada semua warga ya, tidak ada pembedaan seperti tadi,” imbuhnya.

Namun Hetifah memiliki beberapa catatan terkait penerapan sistem zonasi dalam PPDB. Ia berharap ada sosialisasi yang jelas agar orang tua tidak merasa cemas. Hetifah juga menyoroti masalah ketersediaan standar pelayanan sekolah untuk jangka panjang.

“Kita sudah punya panja dan kita evaluasi soal sekolah-sekolah, khususnya pendidikan dasar yang terkait dengan masalah standar pelayanan. Terbukti, dua standar pelayanan yang masih sangat kurang itu dari sarana-prasarana dan tenaga pendidik dan kependidikannya. Ini yang seharusnya menjadi, kita fokus di situ supaya setidak-tidaknya sekolah itu semuanya memiliki standar pelayanan minimal itu,” jelasnya.

Hetifah juga menginginkan adanya evaluasi soal pemeringkatan dan cap ‘sekolah favorit’. Selain itu, politikus Partai Golkar ini menilai perlu adanya upaya untuk mengatasi ketertinggalan dalam metode pembelajaran.

“Ketiga, yang harus kita evaluasi adalah model pemeringkatan, karena kita ingin esensinya menghilangkan favoritisme dalam sekolah. Sekarang ada kebijakan juga dari pemerintah yang masih memeringkatkan sekolah, misalkan ada sekolah unggulan, ada sekolah peringkat tingkat 1-2, dan sebagainya, jadi kan tidak konsisten. Karena tetap saja kalau masih ada cap-cap seperti itu, ya siapa yang nggak mau masuknya ke sekolah yang dicap unggulan?” ucap Hetifah.

“Dan sekolah unggulan itu biasanya mendapatkan semacam support ataupun fasilitas tambahan yang membuat tentu saja ada pembedaan-pembedaan. Belum metode pembelajarannya, karena kita tuh dulu ingin mengatasi ketertinggalan kita, terus guru kita belum merata,” pungkasnya.
(azr/nvl)

mengutip dari halaman :

https://news.detik.com/berita/d-4601594/komisi-x-dpr-setuju-sistem-zonasi-untuk-hilangkan-status-sekolah-favorit

TINGGALKAN KOMENTAR

Lokasi Madrasah

Channel Youtube

!!!Profil MTs Hasyim Asy'ari
1,517 views
55    0
Published at 2018, March 09
Mahasya 22 Jaya Selamanya
Show More