SEKILAS INFO
: - Friday, 14-12-2018
  • 9 bulan yang lalu / SEMOGA PPDB 2018 SELALU DI BERKAHI DENGAN KESUKSESAN AMIN….
  • 9 bulan yang lalu / Selamat datang pada Website Mahasya22 BATU

Pendidikan agama merupakan pendidikan yang fundamental bagi setiap manusia sesuai dengan fitrah insani yang wajib ditumbuh kembangkan dalam rangka kelestarian iman dan taqwa, pendidikan agama juga sebagai kebutuhan mutlak bagi setiap warga negara dan bangsa Indonesia yang mayoritas menganut agama Islam dan falsafah pancasila, sehubungan dengan hal itu pengurus Majelis Wakil Cabang  Nahdlatul Ulama Batu segera memproses dengan mengadakan musyawarah pengurus NU dan tokoh – tokohnya untuk membahas tentang perlunya didirikan sebuah sekolah yang bernuansa Islam Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Hasil dari musyawarah tersebut dapat melahirkan keputusan yang antara lain; maka pada tahun 1956 didirikan sekolah Pendidikan Agama Islam pertama nahdlatul ‘Ulama ( PGAP NU ).

Pada tahun 1956 tanggal 17 Agustus 1956 Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama kecamatan Batu mengeluarkan Surat Keputusan Nomor : 09/PMWC-NU/VIII/1956 yang isinya bahwa pengurus MWC NU Batu membuka sekolah baru, tingkat lanjutan pertama dengan nama Pendidikan Guru Agama Pertama Nahdlatul Ulama’ (PGAP NU)

Tujuan didirikannya PGAP NU pada waktu itu adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Islam, khususnya warga NU di Batu, sehubungan dengan hal itu pengurus MWC NU Batu segera memproses dengan mengadakan musyawarah pengurus NU dan tokoh-tokoh untuk membahas tentang perlunya didirikan sebuah sekolah yang bernuansa Islam ala Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Hasil musyawarah tersebut melahirkan suatu keputusan yang antara lain : Warga NU perlu mempunyai sekolah lanjutan setelah berdirinya Madrasah Ibtida’iyah Miftahul Ulum di Sisir Batu. Dan sebagai realisasi kongkrit hasil keputusan dari musyawarah tersebut maka pada tahun 1956 didirikan sekolah Pendidikan Agama Islam Pertama Nahdlatul ‘Ulama (PGAP NU)

Setelah PGAP NU berdiri pada tanggal 17 Agustus 1956 dengan perjalanan yang sangat lamban dari tahun ke tahun yang memakan waktu selama hampir 20 tahun, kondisi yang demikian itu membawa keprihatinan bagi segenap lapisan masyarakat dan yang sangat prihatin lagi adalah para pengelola sekolah. Keprihatinan tersebut meliputi berbagai macam aspek pendukung pendidikan diantaranya; sarana prasarana, ketenagaan, dan kesiswaan.

Mengatasi keprihatinan dan memacu perkembangan PGA agar lebih maju, maka segenap dewan guru dan karyawan serta pengurus sekolah berusaha mengadakan reuni antara lain : alumni, dewan guru, karyawan dan sisiwa yang diadakan pada tahun 1976. hasil yang dicapai dalam reuni tersebut antara lain kesepakatan para alumni untuk mendukung perkembangan sekolah. Dengan kesepakatan tersebut sedikit membawa angina segar bagi segenap pengurus madrasah.

Selanjutnya pada tahun 1973 berubah nama manjadi Madrasah Tsanawiyah Agama Islam Hasyim Asy’ ari (MTsAI Hasyim Asy’ari) dengan menggunakan kurikulum MTsAIN tahun 1973 berdasarkan keputusan Menteri Agama No. 31 tahun 1972 tentang perubahan nama, struktur dan kurikulum Sekolah Dinas dan Madrasah Negeri

  1. Letak Geografis

Gedung MTs HASYIM ASY’ARI, tepat letaknya di jalan Semeru No. 22, Desa Sisir Kecamatan Batu Kota Batu, lokasi gedung termasuk ditengah pusat kota karena ± 300m dari alun-alun Batu.

  1. Perkembangan Status Madrasah Tsanawiyah Hasyim Asy’ari

Madrasah Tsanawiyah mengalami perubahan status yang lambat, hal itu disebabkan karena belum adanya peraturan dari pemerintah untuk akreditasi madrasah. Sebelum mendapatkan status dari pemerintah , madrasah tsanawiyah telah mendapatkan surat piagam dari Lembaga Pendidikan Ma’arif Wilayah Jawa Timur. Sejak itu Madrasah Tsanawiyah berstatus terdaftar dengan nomor : PW / 300/ B-7/ IV/ 81.Setelah 14 tahun status terdaftar, kemudian menyusul dikeluarkan peraturan akreditasi dari Departemen Agama.

Berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam No. : 29/E/1990 tentang : Pedoman Akreditasi Madrasah. Dengan keluarnya peraturan tersebut, Madrasah Tsanawiyah dipersiapkan untuk mengikuti akreditasi dua tahun setelah keluarnya peraturan, maka pada tahun 1993 madrasah ini mengikuti akreditasi untuk meningkatkan status  ” terdaftar “ ke status “diakui”. Pada tahun 1993 telah berhasil mengikuti akreditasi dengan peringkat sangat baik, keberhasilan itu ditandai dengan penerimaan sertifikat diakui dari Kepala Kantor Wilayah Depag Jawa Timur.

Berdasarkan peraturan akreditasi bahwa setiap 5 tahun bagi madrasah yang telah mengikuti akreditasi harus mengikuti akreditasi ulang, untuk penilaian lebih lanjut apakah status tersebut akan turun, bertahan atau naik.

Dalam perjalanan 4 tahun status “ diakui “ madrasah ini berusaha mengikuti akreditasi untuk meningkatkan status. Pada tahun 1996 mengikuti akreditasi kenaikan tingkat ” disamakan “, kesempatan ini tidak disia – siakan oleh segenap warga Madrasah Tsanawiyah, baik pengelola maupun penyelenggara semua berusaha untuk mensukseskan. Pada akhirnya Status disamakan “ dapat diperoleh oleh madrasah ini. Hal ini sesuai dengan pedoman akreditasi Bab V, pasal 7 ayat (1) bahwa madrasah swasta adalah berstatus terdaftar, diakui dan disamakan.

Dengan status “ disamakan” ini  maka Madrasah Tsanawiyah Asy’ari memperoleh “ civil effect ”, yaitu berhak menjadi Madrasah Pembina dan sebagai madrasah Penyelenggara EBTANAS / Sub Rayon. Kewenangan tersebut berlaku sejak menerima sertifikat disamakan pada tahun 1997 s.d 2002, pada tahun 2002 s/d 2007 status Disamakan dapat dipertahankan hingga pada Tahun 2008 melaksanakan Akreditasi oleh BAS Kota Batu dengan hasil Terakreditasi “

Lokasi Madrasah

Video Terbaru

Archives

Channel Youtube

Video_UpToDate