BARU DUA MINGGU BERTEMU, KINI HARUS TERPISAH KEMBALI

Meluasnya penyebaran virus Covid19 varian Omicron di Jawa Timur memberikan dampak bagi sektor pendidikan. Bagaimana tidak, pembelajaran tatap muka 100% yang di idam idamkan oleh peserta didik yang baru saja berjalan sekitar 2 minggu harus berganti lagi menjadi pertemuan tatap muka terbatas (PTMT) yang hanya memperbolehkan siswa masik dengan jumlah 50% dari total siswa.

Hal ini tentunya membuat mereka merasa kecewa karena baru saja mereka dapat bertemu dan bergurau dengan teman satu dengan yang lain, kini mereka harus bergantian kembali dan sebagian melakukan pembelajaran daring.

Dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh tim madrasah, pembelajaran daring memberikan dampak yang kurang baik bagi tumbuh kembang anak. Hal ini ditandai dengan menurunnya motivasi anak untuk mengerjakan tugas dan memahami materi pembelajaran yang diberikan oleh bapak ibu guru.