Membangun Empati, Menyembuhkan Luka: Sosialisasi P3LP Bersama Puskesmas Sisir

23 Apr 2026 Admin Sekolah

Kamis 23 April 2026 - Kesehatan mental kini menjadi perhatian serius di lingkungan MTs Hasyim Asy’ari Kota Batu. Bekerja sama dengan Puskesmas Sisir, madrasah sukses menyelenggarakan sosialisasi Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP). Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap, dimulai pada 22 April 2026 untuk perwakilan kelas 8 dan berlanjut hingga hari ini, 23 April 2026, bagi perwakilan kelas 7.


Edukasi Mendalam untuk "Penyembuh" Sebaya

Acara yang berlangsung khidmat ini diawali dengan sambutan mengenai pentingnya kepekaan emosional di usia remaja. Para siswa kemudian dibekali dengan materi intensif yang terbagi dalam 10 sesi utama. Materi ini mencakup cara mengenali beban psikologis hingga teknik memberikan dukungan awal yang tepat bagi teman yang sedang mengalami tekanan.

Untuk memastikan kualitas pemahaman, rangkaian acara meliputi:

Pre-Test & Post-Test: Mengukur sejauh mana peningkatan wawasan siswa mengenai kesehatan jiwa.

Tanya Jawab Interaktif: Menjadi ruang bagi siswa untuk berbagi cerita dan berkonsultasi langsung dengan ahli dari Puskesmas Sisir di sela-sela materi.


Langkah Awal Menuju Kader Kesehatan Jiwa

Perlu diketahui bahwa kegiatan ini merupakan Tahap 1 dari rangkaian program jangka panjang. Setelah tahap sosialisasi ini usai, madrasah akan melanjutkan ke tahap seleksi untuk menjaring 30 besar kader terbaik. Para kader pilihan ini nantinya akan dibina secara khusus untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga iklim psikologis yang sehat di MTs Hasyim Asy’ari.


Tujuan dan Manfaat Kedepannya

Tujuan utama dari program ini adalah menciptakan lingkungan sekolah yang suportif, di mana setiap siswa merasa didengar dan didampingi.


Melalui para kader P3LP ini, kasus-kasus seperti stres atau kecemasan pada siswa dapat dideteksi lebih dini. Dengan penanganan yang tepat, mental siswa akan lebih tangguh (resilient), sehingga mereka dapat mengikuti kegiatan belajar dengan bahagia dan penuh percaya diri.


"Luka psikologis mungkin tak kasat mata, namun kepedulian kita adalah obat yang nyata. Mari bersinergi menjaga kesehatan jiwa!"